Kamis, 01 November 2012

Presentasi 1- Standarisasi Pengelolaan Pendidikan (Manajemen Berbasis Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 Tahun 2007)

Pada hari ini, kegiatan belajar mengajar mata kuliah Profesi Kependidikan dimulai dengan presentasi.
Materi yang di presentasikan adalah Manajemen Berbasis Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 Tahun 2007. Pemateri yang mempresentasikan berasal dari kelompok I, yaitu Aris Widodo, Ilyas Rizal Hilmawan. Rizki Akbar Prayogi, Shandy Darmawan, dan Valentino Nicko. Sayangnya pada penyampaian materi ini, Pak Amril tidak dapat hadir dalam kelas. Akan tetapi, presentasi tetap berjalan tanpa kehadiran beliau. Berikut adalah sekilas dari materi yang dipresentasikan pada tanggal 1 November 2012.

Hubungan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 Tahun 2007 dengan MBS terlihat dengan adanya peraturan-peraturan dalam sub pokok peraturan tersebut, diantaranya mengatur: Perencanaan Program, Pelaksanaan Rencana Kerja, Pengawasan dan Evaluasi, Kepemimpinan Sekolah atau Madrasah, Sistem Informasi Manajemen, Penilaian Khusus.

Dengan pertimbangan untuk pengoptimalisasian sumber daya pendidikan, seperti fasilitas sarana dan pra-sarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar, maka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diadakan. Hal ini dipertimbangkan karena pihak sekolah lebih mengetahui kebutuhan sekolahnya sendiri. Pengertian MBS sendiri adalah model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung.

Tujuan MBS sendiri adalah untuk meningkatkan efisiensi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan.  Meningkatkan efisiensi disini adalah bagaimana jalan kegiatan belajar mengajar disuatu sekolah dapat berjalan dengan efektif dengan program yang telah dicanangkan sekolah. Dengan peningkatan efisiensi pendidikan maka terjadilah peningkatan mutu pendidikan sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pemerataan pendidikan juga diharapkan dapat dilaksanakan oleh pihak-pihak sekolah di berbagai daerah dengan menerapkan MBS.

MBS mempunyai manfaat - manfaat antara lain: Memungkinkan orang-orang yang kompeten disekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran, memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting, mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran, mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah, meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level. Sehingga dengan diterapkan MBS, peran guru dalam Manajemen Kelas adalah: guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengelola kelas, partisipan, perencana, supervisor, motivator, konselor, dan evaluator. 

Dalam menerapkan MBS, sekolah - sekolah harus memenuhi syarat sbb, yaitu: MBS harus mendapat dukungan seluruh staf sekolah, satf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapan MBS, harus disediakan anggaran untuk mengadakan pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur, pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah.
Akan tetapi, dalam penerapannya, MBS memberikan pengaruh kepada beberapa pihak-pihak seperti DEPDIKNAS, Dinas Pendidikan Daerah, dan Dewan Manajemen Sekolah. Hal ini terjadi karena penerapan MBS dalam sistem yang pemerintahan yang masih cenderung terpusat, selain itu penerapan MBS akan sangat sulit jika para pejabat pusat dan daerah masih bertahan untuk menggenggam sendiri kewenangan yang seharusnya didelegasikan ke sekolah.

Dengan diberitahukannya seluruh materi oleh penyaji, maka presentasi selesai berikut dengan pertemuan hari ini. Semoga saya dapat mendapat ilmu baru dengan membuat resume pada pertemuan hari ini.


Nama: Istidana Harjanti Ismed
Kelas : PTIK Reguler
Noreg: 5235111826

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar